GusMiek, Dakwah di Dunia Hitam & Tiga Karya Besarnya. Sosok KH. Hamim Tohari Djazuli, yang lebih dikenal dengan julukan Gus Miek, adalah salah seorang dari sekian ulama besar Jawa yang berkharisma. Lahir pada 17 Agustus 1940 dari pasangan KH Djazuli dan Nyai Rodhiyah, di Desa Ploso, Mojo, Kediri. Kedua orangtua Gus Miek merupakan keturunan Lantunansholawat dan doa mewarnai Haul ke - 26, sosok ulama kekasih Alloh dikenal santun dan memilih merakyat melakukan syiar agama, KH. Chamim Jazuli Masakecil dan pendidikan. Gus Miek lahir di Kediri pada 17 Agustus 1940 dari pasangan KH. Ahmad Djazuli Usman, yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah di Ploso, Kediri, dan Nyai Rodliyah. Sejak kecil, ia memiliki suara yang merdu dan fasih saat membaca Alquran. Di sisi lain, ia dikenal sebagai anak yang pendiam dan suka menyendiri. semogakita semua selalu berpegang teguh kepada al-qur'an sebagai pendoman hidup . SURABAYA - Calon Gubernur Jatim Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattaliti sangat serius untuk maju Pilgub Jawa Timur 2018. Bahkan sejak bulan Ramadhan hingga sekarang, Ketua Kadin Jatim ini rutin mengunjungi beberepa Pondok Pesantren di wilayah Pantura, Tapal Kuda, hingga di wilayah Mataraman. Bahkan kemarin malam, La Nyalla hadir di acara Haul Gus Miek ke 25 di Ndalem, Lor Pasar Ploso Kediri, Jawa Timur. La Nyalla merasakan karomah dari sosok kiai besar tersebut. Di hati La Nyalla, Gus Miek punya ikatan batin yang sangat kuat. Bahkan sejak tahun 80 hingga 90-an La Nyalla Mattaliti sempat bertemu dengan Gus Miek, panggilan akrab KH Chamim Djazuli. “Saya bersyukur bisa hadir di Haul Akbar ke-25 Al Magfurlah Gus Miek atas undangan Gus Robert. Dan alhamdulillah saya juga bertemu langsung dengan Gus Robert serta Cucu Gus Miek, yakni Gus Tuba. Moga pertemuan ini membawa berkah bagi saya,” kata La Nyalla kepada Tribun Jatim saat menghadiri acara tersebut kemarin. Diakui oleh Ketua Kadin Jawa Timur dan mantan Ketua PSSI ini, kehadiaranya di Haul Gus Miek tersbeut, guna meminta dukungan serta doa restu kepada keluarga Gus Miek di Pilgub Jatim 2018. Apalagi ia disambut secara hangat oleh putra Gus Miek, KH Tijani Robet Saifunnawas atau Gus Robert dan Gus Tuba putra Gus Robert sekaligus cucu Gus Miek dan Cucu KH Achmad Shiddiq. "Saya sangat terharu, dan tidka bisa berkata-apa-apa melihat ribuan samiin. Saat naik ke atas panggung hingga turun panggung bersama Gus Robert, saya gak bisa jalan. Ribuan Samiin berebut salaman. Sungguh aura yang luas biasa di acara Haul Gus Miek yang yang diadakan sehari setelah Idul Adha," jelas La Nyalla. La Nyalla malam itu larut dan terhanyut mengikuti semaan Dzikrul Ghofilin, yang oleh Gus Miek disebut sebagai zikir pengingat bagi mereka yang lupa. Saat dimintai keterangan soal majunya La Nyalla di Pilgub Jatim 2018, KH Tijani Robet Saifunnawas atau Gus Robert mengatakan, kalu secara pribadi sangat mendukung La Nyalla. "Bagus, setuju sekali Pak La Nyalla maju di Pilgub Jatim. kalau pak La Nyalla maju berarti di Pilgub Jatim akan ada tiga pasangan nantinya, Pak La Nyalla, Gus Ipul dan Khofifah. Ini menarik," ujar Gus Robert. Bukan tanpa alasan Gus Robert menyatakan hal itu dna mendukung La Nyalla. "Sebab dari dulu Gus Miek itu selalu memilih yang nasionalis. Gus Miek tidak setuju kalau yang maju jadi pemimpin pemerintahan itu dari NU. Gus Miek lebih setuju dan lebih suka memilih yang Nasionalis," tegasnya. Gus Robert menyarakankan agar La Nyalla mencari pasangan yang tepat. "Soal pasangan ini yang sangat menentukan. Mudah-mudahan Pak La Nyalla bisa menemukan pasangan yang tepat dan bisa menjadi Jatim satu," tegas Gus Robert. Redaksi 23 Mei 2022 5605 Kali Dilihat Profil Gus Thuba per hari ini masih membuat banyak orang penasaran. Karena Gus Thuba ini terlihat sangat disegani oleh orang-orang sepuh. Bahkan terakhir, nampak seorang Habib yang usianya lebih tua nampak mencium tangan Gus Thuba. Habib itu adalah Habib Abdul Qadir Bin Abdul Hadi Al-Haddar. Hal itu nampak pada sebuah video yang viral tersebar di sosial media. Lantas, Gus Thuba pun dihujat karena disebut tidak memiliki kesopanan saat bertemu dengan orang yang lebih tua. Namun, siapa sangka ternyata Gus Thuba ini bukan orang sembarangan. Sampai Habib Haddar pun langsung merebut tangan Gus Thuba dan menciumnya. Gus Thuba merupakan putra dari Kyai Tijani Robert Saifunnawas atau biasa dipanggil Gus Robert. Gus Robert ini merupakan putra ketiga Gus Miek dari enam bersaudara. Bila dilihat sanadnya, Gus Thuba merupakan dzuriyah Raden Muhammad Usman. Dari Raden Muhammad Usman yang merupakan seorang penghulu, lahir Kyai Ahmad Djazuli Usman, pendiri Ponpes Al Falah, Ploso Kediri. Pernikahan Kiai Djazuli Usman dengan Nyai Rodliyah melahirkan lima orang anak dan Gus Miek berada pada urutan ketiga. Dan Gus Thuba merupakan cucu Kiai Ahmad Siddiq Jember atau bisa juga disebut cucu Gus Miek. Yang memang Gus Miek disebut oleh banyak orang adalah seorang waliyullah. mrd/Lingkarkediri

gus robert putra gus miek